Jumat, 17 Maret 2017

LAPORAN PRAKTIKUM
FISIKA DASAR
BERAT JENIS DAN MASSA JENIS ZAT CAIR DAN ZAT PADAT

















BAB 1 PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
Pengukuran merupakan hal yang bersifat dasar danh tidak boleh ditinggalkan, sebelum membahas hal yang lebih jauh, lebih baik kita pahami apa definisi dari pengukuran. Mengukur adalah kegiatan membandingkan suatu besaran dengan besaran lain yang telah disepakati. Misalnya jika kita ingi mengetahui luas suatu wilayah, maka hitung dulu panjang dan lebar wilayah tersebut kemudian hitung luasnya
Kegiatan mengukur menjadi sangat penting untuk dilakukan dalam memperlajari fenomena yang sedang dipelajari, karena semua kegiatan mengukur sangat berpengaruh dengan kehidupan sehari-hari.
Mengukur dapat dilakukan sebagai usaha untuk mendefinisikan karakteristik suatu fenomena atau permasalahan secara kualitatif. Ada bergagai alat ukur yang bisa digunakan, dengan karakteristik yang berbeda-beda satu sama lain, dan dengan cara penggunaan yang berbeda pula. Alat ukur ada yang digunakan untuk mengukur massa, panjang, diameter, waktu, tekanan, arus, dan lain-lain.
1.2 RUMUSAN MASALAH
            Adapun rumusan masalah yang mendasari percobaan pengukuran dasar adalah sebagai berikut
1.      Apa yang dimaksut dengan mengukur dan alat ukur
2.      Mengapa mengukur menjadi hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari
3.      Bagaimana cara penggunaan alat ukur dan cara perhitungannya
1.3 TUJUAN
            Adapun tujuan dalam melakukan praktikum pengukuran dasar adalah sebagai berikut
1.      mengerti arti dari mengukur dan alat-alat ukur
2.      mengerti manfaat mengukur dalam kehidupan sehari-hari
3.      mengerti cara menggunakan alat ukur dan cara perhitungannya
1.4 MANFAAT
            Adapun manfaat yang diperoleh dari percobaan pengukuran dasar dan cara mengaplikasiaannya adalah penggunaan mikrometer sekrup untuk mengukur kertas, penggunaan jangka sorong untuk mengukur diameter cincin, pegawai kesehatan menggunakan termometer untuk mengukur suhu, dan tukang bangunan menggunakan mistar sebagai alat pengukuran.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

            Pengukuran adalah suatu teknik untuk mengaitkan suatu bilangan pada suatu fisis dengan menambahkan suatu besaran standart yang telah diterima sebagai suatu satuan. Bila mengukur satuan fisikawan harus sangat berhati-hati agar bisa menghasilkan kesalahan yang sekecil mungkin (Finn, 1994)
            Pengukuran yang akurat merupakan bagian penting dari fisika. Ada ketidak pastian muncul dari sumber yang sangat berbeda. Diantara yang paling penting, selain kesalahan adalah keterbatasan ketepatan setiap alat ukur dan ketidak mampuan membaca sebuah instrumen (Giancoli, 2000)
            Ralat langsung adalah kesalahan pada saat melakukan praktikum dimana kesalahan yang terjadi dalam pengukuran itu karena keterbatasan alat. Ralat tidak langsung adalah kesalahan yang terjadi dalam suatu pengukuran dimana kesalahan itu dikarenakan dalam penafsiran rumus, ralat langsung pengukuran tunggla terkait dengan nilai skala terkecil alat ukur yang digunakan. Ralat yang pengukurannya sebanyak n kali atau berulang kali menggunakan ralat standart deviasi (Artoto, 2007)
            Nilai sakala terkecil (nst) batas kemampuan seseorang dalam melihat hasil pengukuran adalah terbatas, oleh karena itu dalam setiap alat ukur itu senantiasa memiliki nilai skala terkecil yang masih dapat teramati oleh mata yang jelas (Suratman, 2007)
            Standart deviasi merupakan cara yang ampuh untuk menganalisis kesalahan-kesalahan acar secara statistik, standart deviasi dari jumlah data terbatas didefinisikan sebagai akar dari penjumlahan semua penyimpangan. Setelah dikuadratkan dibagi dengan banyaknya pembacaan (Artoto, 2007)
            Angka penting merupakan semua angka yang diperoleh secara langsung dalam proses pengukuran, tidak termasuk angka nol untuk angka desimal. Batasan ini dapat diperjelas dengan melihat beberapa contoh:
1.      semua angka bukan nol adalah angka penting
contoh: 1234 (4 angka penting)
2.      angka nol diantara angka bukan nol adalah angka penting
contoh : 1907,304 (7 angka penting)
3.      angka nol dibelakang angka bukan nol yang terakhir dan terletak didepan tanda desimal adalah angka penting
contoh : 2210,5 (5 angka penting)

4.      angka nol dibelakang angka bukan nol yang terkahir dan terletak dibelakang tanda desimal adalah angka penting
contoh : 765,50 (5 angka penting)
5.      angka nol didepan angka angka bukan nol yang pertama dengan tanda desimal adalah angka penting
contoh : 0,05 (3 angka penting)

banyaknya angka penting yang harus dinyatakan pada hasil dapat diperoleh dengan angka penganalisaan kesalahan. Namun seringkali perhitungan analisa kesalahan memakan waktu dan dapat menunda kegiatan. Hal ini dapat diatasi dengan melakukan seracara hati-hati (Subekti, 2002)





BAB 3. METODE ANALISIS

3.1  Alat dan Bahan
Adapun peralatan yang digunakan dalam praktikum pengukuran dasar ini adalah:
1.      Jangka sorong sebagai alat ukur diameter dalam dan diameter luar serta kedalaman suatu benda
2.      Mikrometer digunakan untuk mengukur ketebalan bahan yang tipis dan mengukur diameter benda pejal
3.      Amperemeter digunakan untuk mengukur besarnya kuat arus yang mengalir dalam sebuah rangkaian
4.      Voltmeter digunakan untuk mengukur besar tegangan
5.      Stopwatch digunakan untuk menghitung waktu
6.      Mistar digunakan untuk mengukur panjang
7.      Neraca digunakan untuk menentukan massa
8.      Termometer digunakan untuk mengukur suhu
9.      Balok kayu digunakan sebagai bahan uji panjang, lebar, tinggi, dan massa
10.  Bola besi digunakan sebagai bahan uji diameter luar dan dalam

3.2  Desain Percobaan

3.3  Prosedur Kerja
A.    Menentukan nilai skala terkecil
1.      Jangka sorong diambil dan dilihat nilai nst-nya
2.       Mikromneter diambil dan dilihat nilai nst-nya
3.      Voltmeter diambil dan dilihat nilai nst-nya
4.      Amperemeter  diambil dan dilihat nilai nst-nya
5.      Stopwatch diambil dan dilihat nilai nst-nya
6.      Termometer diambil dan dilihat nilai nst-nya
7.      Neraca  diambil dan dilihat nilai nst-nya
8.      Mistar diambil dan dilihat nilai nst-nya

B.     Pengukuran langsung denhgan menggunaan nlai skala terkecilnya
1.      Sebuah cincin diukur diameter luarnya dengan menggunakan jangka sorong
2.      Bola besi diukur diameter luar dengan menggunakan mikrometer
3.      Amperemeter dan voltmeter dihubungkan dalam sebuah rangkaian tertutup, dan dicatat besar arus serta besar tegangan yang muncul
4.      Neraca diberi beban dan dicatat nilai massanya
5.      Balok diukur panjang, lebar, dan tinggi menggunakan mistar
6.      Dihitung menggunakan stopwatch dari titik A-B sejauh 2 meter

C.     Pengukuran langsung dengan menggunakan standart deviasi
1.      Dilakukan kembali langkah pada point B no 5
2.      Dilakukan kembali langkah pada point B no 1
3.      Dilakukan kembali langkah pada point B no 2
4.      Dilakukan kembali langkah pada point B no 4
5.      Dilakukan kembali langkah pada point B no 3
6.      Dilakukan kembali langkah pada point B no 6 diulangi untuk jarak 2,5 m; 3m; 3,5m. Masing-masing dicatat

D.    Pengukuran tidak langsung dengan menggunakan nilai skala terkecil
1.      Dilakukan kembali langkah pada point B no 5 lalu timbang massanya
2.      Dilakukan langkah yang sama pada point B no 6 diulangi untuk jarak 2,5m; 3m; 3,5m.

E.     Pengukuran tidak langsung dengan menggunkan standart deviasi
1.      Dilakukan kembali langkah pada point C no 5 diukur panjang, lebar, tinggi, menggunakan standart deviasi dan kemudian menimbang massa balok menggunakan nst
2.      Dilakukan langkah yang sama pada point D no 2, diukur jarak menggunakan nst dan hitung waktu menggunakan standart deviasi




BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Pembahasan
            Mengukur merupakan kegiatan sangat penting dalam kehidupan, mengukur adalah membandingkan suatu besaran dengan besaran lain. Ada banyak alat ukur dengan cara penggunaan yang berbeda dan fungsi yang berbeda pula. Alat-alat ukur yang digunakan dalam praktikum pengukuran dasar ini adalah:
Mistar yang biasa digunakan memiliki skala terkecil dalam milimeter, ketelitian pengukuran menggunakan mistar sebesar 0,5mm karena skala terkecilnya adalah milimeter. Setiap kali melakukan pengukuran, kedudukan pengamat sejajar dengan skala untuk menghindari kesalahan
Jangka sorong digunakan untu menggukur yang lebih teliti karena dilengkapi dengan skala nonius, jangka sorong digunakan untuk mengukur diameter dalam dan diameter luar lingkaran, mengukur kedalaman benda. Cara menggunakan jangka sorong adalah dengan menjepit benda, kemudian baca skala utama dan skala noniusnya, nilai skala terkecil jangka sorong adalah 0,05mm.
Mikrometer digunakan untuk mengukur ketebalan benda yang tipis, pada saat melakukan pengukuran, mikrometer diputar hingga jarak antara landasan dan poros cukup untuk menampung benda yang akan diukur. Tingkat ketelitian dari mikrometer adalah 0,01 mm.
Stopwatch adalah adalah alat yang digunakan untuk menentukan interval waktu, nilai skala terkecil alat ini adalah 0,0001 s
Neraca ohaus memiliki tiga lengan ukuran dengan ketelitian 0,1 g, neraca ohaus memiliki batas maksimal 610 g.
Neraca pegas digunakan untuk menimbang massa benda, cara menggunakannya dengan menggangkat neraca. Kemudian taruh benda yang akan ditimbang pada pengait, nilai skala terkecilnya adalah 5 g.
Voltmeter digunakan untuk mengukur besar tegangan, voltmeter memiliki dua kutub, yaitu kutub positif dan kutub negatif, tingkat ketelitian dari alat ini adalah 0,5 volt
Amperemeter digunakan untuk mengukur besar arus dalam suatu rangkaian, nilai skala terkecil dari amperemeter adalah 0,5 mA
Cara melakukan pengukuran langsung menggunakan nst yaitu tentukan dulu ∆x. ∆x ini adalah setengah dari nst nya. Cara menentukan pengukuran langsung dan menggunakan standart deviasi yaitu dengan melakukan percobaan-percobaan secara berulang kemudian tentukan nilai I, K, AP. Cara menentukan penggukuran tidak langsung dengan menggunakan nst, yaitu dengan hanya mengukur dengan mistar dan neraca kemudian tentukan ∆x, I, K, AP.
Untuk mengidentifikasi apakah suatu angka tertentu termasuk angka penting atau bukan memiliki kriteria
-          semua angka bukan nol adalah angka penting
-          angka nol diantara angka bukan nol adalah angka penting
-          angka nol dibelakang angka bukan nol yang terakhir dan terletak didepan tanda desimal adalah angka penting
-          angka nol dibelakang angka bukan nol yang terkahir dan terletak dibelakang tanda desimal adalah angka penting
-          angka nol didepan angka angka bukan nol yang pertama dengan tanda desimal adalah angka penting



BAB 5. PENUTUP
5.1  Kesimpulan
Setelah melakukan praktikum pengukuran dasar diperoleh kesimpulan bahwa terdapat macam-macam alat ukur serta cara kerja dan penggunaan yang berbeda dan mengetahui nilai nst dari setiap alat ukur. Cara menentukan pengukuran langsung dengan menggunakan ralat nst yaitu tentukan ∆x, ∆x ini  dari nst nya. Cara menentukan pengukuran langsung dan menggunakan standart deviasi yaitu melakukan percobaan-percobaan secara berulang kemudian tentukan I, K, AP. Cara menentukan pengukuran tidak langsung dengan menggunakan nst yaitu hanya pengukuran mistar dan neraca kemudian cari ∆x, I, K, AP.

5.2  Saran
Praktikan diharapkan mampu dan paham bagaimana cara menggunakan alat-alat ukur yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam melakukan praktikum, praktikan seharusnya sudah mempelajari tentang percobaan yang akan dilakukan. Praktikan harus teliti dan cermat dalam melihat alat ukur karena tingkat ketelitian yang kecil dan dilakukan berulang bisa membuat konsentrasi menurun.



DAFTAR PUSTAKA

Arkundoto, Artoto. 2007. Alat Ukur dan Metode Pengukuran. Jakarta: Erlangga.

Giancoli, Dugles. 1994. Fisika Edisi 5 Jilid 1. Jakarta : Erlangga

Finn, Edward. 1994. Dasar-Dasar Fisika Universitas. Jakarta: Erlangga

Priyambodo, Tri kuntoro. 2008. Fisika Dasar. Yogyakarta: Andi

Sutarto. 2004. Fisika Dasar Konsep. Yogyakarta : UNY Press.


Tim penyusun. 2014. Modul Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. Jember. FMIPA Universitas Jember

Tidak ada komentar:

Posting Komentar